Bahaya banjir yang kemudian berdampak pada penyebaran bibit penyakit yang tak jarang menumbalkan nyawa manusia merupakan salah satu dari akibat kemurkaan sampah yang ditelantarkan begitu saja. Kalau sudah seperti ini maka orang-orang akan sibuk saling menyalahkan.
Yayasan Elang Memega Indonesia (YEMI) sangat peduli dalam hal ini, menurut Ketua YEMI Bahtiar mengatakan, "Saya sangat prihatin dengan kondisi saat ini, dimana sampah tidak teratasi dan tidak terkelola dengan baik, dan masyarakat kurang peduli terhadap dampak buruk apabila sampah tidak dikelola, disebabkan kurangnya sosialisasi tentang pengolahan sampah kepada masyarakat". ungkap Bahtiar kepada wartawan.
Oleh karena itu, YEMI melalui Bidang Pendidikan Pengolahan Pemanfaatan Sampah (P3S), memberikan edukasi cara pengolahan sampah yang benar kepada Remaja Mesjid Al-Muttaqin di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (20-03-2022).
Ketua Bidang P3S Sutan Malik memulai edukasinya dengan memberikan penyuluhan kepada Remaja Mesjid Al-Muttaqin untuk mau melakukan pemilahan terhadap sampah yang dihasilkan sesuai dengan jenisnya, sampah organik dan sampah non organik. Kemudian mereka diarahkan cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan Eco Enzyme.
Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Pembina Yayasan YEMI yaitu Abdi Sukma, Beliau mengatakan "Edukasi tentang cara pengolahan sampah sejak dini, sangat penting sekali, apalagi pada anak-anak remaja seperti yang dilakukan oleh Remaja Mesjid Al-Muttaqin di Sibolangit baru-baru ini. Saya sangat senang mereka mau belajar tentang pengolahan sampah dan sangat peduli dengan sampah, harapan saya kegiatan edukasi tersebut tidak selesai sampai disitu saja, mudah mudahan terjadi kontrak kerjasama antara Yayasan Elang Memega Indonesia dengan Remaja Mesjid lainnya yang ada di Kabupaten Deli Serdang, dan tidak tutup kemungkinan bisa bekerjasama dengan lembaga pendidikan lainnya tentang Pendidikan Pengolahan Pemanfaatan Sampah". tegas Abdi Sukma. (Red)

0 Komentar