KKN Mahasiswa Universitas Al-Azhar Medan Terinspirasi Gerakan Bahtiar: Dari Pemuda, Bank Sampah hingga Perjuangan Iklim di Desa Selemak
DELI SERDANG [BSOnline] — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Selemak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menjadi ruang perjumpaan antara semangat pengabdian mahasiswa, gerakan pemuda, dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan bertajuk “Gebyar HUT RI ke-81”, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Al-Azhar Medan bergandengan tangan dengan Pemerintah Desa, warga, komunitas ROBEBES, dan para pemuda Karang Taruna Desa Selemak.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, tersebut mengambil tempat di lokasi Bank Sampah SMJ (Selemak Maju Jaya), tepatnya di halaman rumah Bahtiar, salah satu tokoh masyarakat sekaligus penggerak lingkungan hidup dan aktivis pejuang iklim di Desa Selemak.
Bagi mahasiswa KKN, lokasi tersebut bukan sekadar tempat berlangsungnya kegiatan. Bank Sampah SMJ merupakan salah satu ruang yang memperlihatkan bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun dari tingkat masyarakat. Sosok Bahtiar juga menjadi salah satu sumber inspirasi mahasiswa dalam melihat pentingnya pengorganisasian masyarakat dan keterlibatan generasi muda dalam membangun perubahan di desa.
Dari Gerakan Pemuda ke Kolaborasi Desa
Bahtiar mengapresiasi keaktifan dan inisiatif mahasiswa KKN Universitas Al-Azhar Medan dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa kelompok 17 KKN Universitas Al-Azhar Medan membawa energi positif dan warna baru di desa kami. Kolaborasi ini tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga membangkitkan kebersamaan warga,” ujar Bahtiar di sela-sela persiapan kegiatan.
Keterlibatan Bahtiar dalam gerakan masyarakat Desa Selemak memiliki perjalanan yang cukup panjang. Sejak 2013, ia menjadi salah satu penggagas komunitas ROBEBES, yang dibangun sebagai ruang untuk menggerakkan pemuda Desa Selemak dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pengalaman mengorganisasi pemuda tersebut kemudian berkembang ke berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kepedulian lingkungan. Salah satunya melalui Bank Sampah SMJ yang menjadi salah satu ruang untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dan keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, keterlibatan ROBEBES dan Bahtiar dalam Gebyar HUT RI ke-81 memiliki makna lebih luas. Kegiatan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang mempertemukan generasi muda, masyarakat, komunitas, dan mahasiswa dalam kegiatan bersama.
Gotong Royong Menjadi Ruh Kegiatan
Rangkaian Gebyar HUT RI ke-81 dirancang untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga para orang tua.
Mahasiswa Kelompok 17 KKN Universitas Al-Azhar Medan bertindak sebagai fasilitator dan panitia pendamping bersama komunitas ROBEBES serta pemuda Karang Taruna Desa Selemak.
Berbagai kegiatan disiapkan untuk menyemarakkan momentum kemerdekaan. Di antaranya perlombaan rakyat tradisional seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan panjat pinang.
Kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Di balik perlombaan sederhana tersebut terdapat semangat kebersamaan, kekompakan, sportivitas, dan gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa.
Selain perlombaan rakyat, panitia juga menyiapkan kegiatan edukasi dan kreativitas bagi anak-anak melalui lomba mewarnai dan menggambar tingkat PAUD dan SD dengan tema kebangsaan.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan semangat cinta tanah air kepada generasi sejak usia dini.
Agenda lainnya mencakup penyuluhan pola hidup bersih dan sehat serta kerja bakti massal membersihkan lingkungan desa. Kegiatan ini mempertemukan semangat peringatan kemerdekaan dengan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan kemudian direncanakan berlanjut pada malam puncak yang diisi dengan pertunjukan seni budaya lokal, pembagian hadiah, dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia.
Pengabdian yang Tidak Hanya Meninggalkan Program
Ketua Kelompok 17 KKN Universitas Al-Azhar Medan, Ahmad Fauzi Pakpahan, mahasiswa Jurusan Manajemen, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan memberikan kesan bagi warga Desa Selemak.
“Kami ingin kehadiran mahasiswa KKN di Desa Selemak tidak hanya meninggalkan program kerja fisik, tetapi juga kenangan manis dan semangat kebersamaan. Gebyar HUT RI ke-81 ini adalah momen tepat untuk merekatkan hubungan mahasiswa dengan warga,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa, pengalaman berkolaborasi dengan masyarakat juga menjadi bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran mahasiswa di Desa Selemak diarahkan tidak hanya untuk menjalankan program kerja yang telah disusun, tetapi juga melakukan pendekatan dan silaturahmi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, komunitas, serta warga.
Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa mengenali potensi sekaligus persoalan yang ada di masyarakat secara lebih dekat.
Ketika Semangat Kemerdekaan Bertemu Gerakan Lingkungan
Menariknya, kegiatan Gebyar HUT RI ke-81 ini berlangsung di lingkungan Bank Sampah SMJ, yang selama ini menjadi salah satu bagian dari gerakan kepedulian lingkungan yang dibangun Bahtiar.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa nasionalisme dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Semangat mencintai Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui perayaan kemerdekaan, tetapi juga melalui tindakan menjaga lingkungan tempat masyarakat hidup.
Dalam konteks itu, keterlibatan anak-anak muda menjadi penting. Mereka bukan hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk belajar mengorganisasi kegiatan, bekerja sama, berkomunikasi dengan masyarakat, dan mengambil tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya.
Pengalaman Bahtiar bersama ROBEBES sejak 2013 menjadi salah satu contoh bahwa gerakan masyarakat membutuhkan proses panjang. Dari menggerakkan pemuda dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, gerakan tersebut kemudian bersinggungan dengan isu lingkungan dan upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai keberlanjutan.
Menjaga Api Kebersamaan
Kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Al-Azhar Medan, pemerintah desa, warga, komunitas ROBEBES, dan Karang Taruna diharapkan membuat peringatan HUT RI ke-81 di Desa Selemak berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna.
Lebih dari sekadar perlombaan dan pentas seni, kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana ruang-ruang sosial di desa dapat menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok untuk membangun kebersamaan.
Bagi mahasiswa KKN, proses tersebut merupakan bagian dari pembelajaran nyata di tengah masyarakat. Bagi warga, kehadiran mahasiswa membawa energi baru. Sementara bagi gerakan yang telah dibangun Bahtiar dan komunitas lokal, kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk kembali melibatkan generasi muda dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Dari halaman Bank Sampah SMJ, semangat kemerdekaan kemudian menemukan makna lain: kemerdekaan untuk membangun, bergotong royong, dan menjaga lingkungan bagi generasi yang akan datang.
Dan dari sinilah cerita tentang gerakan Bahtiar, ROBEBES, Bank Sampah SMJ, dan keterlibatan anak muda di Desa Selemak dapat terus ditelusuri—bukan hanya sebagai kegiatan sesaat, tetapi sebagai bagian dari perjalanan panjang membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan masa depan.

0 Komentar