Dalam beberapa tahun terakhir, pemanasan global telah menjadi masalah yang semakin memprihatinkan diseluruh dunia. Salah satu penyebab utama dari pemanasan global adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kegiatan manusia, termaasuk pengelolaan sampah yang tidak efektif.
Bahtiar menyadari bahwa sampah organik yang seharusnya bisa diolah menjadi pupuk organik cair yang sangat berguna untuk pertanian, sering kali diabaikan dan malah dibuang ke tempat pembuangan sampah yang akhirnya akan menjadi sumber masalah lingkungan.
Dalam upaya untuk menyelamatkan lingkungan, Bahtiar memutuskan untuk memanfaatkan sampah organik disekitarnya bahkan beliau mengelola sampah organik di TPS3R SMJ miliknya yang terletak di Desa Selemak Kecamatan Hamparan Perak untuk membuat pupuk organik cair. Setelah melalui proses pengolahan, pupuk organik cair tersebut memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah.
"Saya sangat prihatin melihat keadaan sekarang ini, karena kurangnya kesadaran manusia terhadap bahayanya sampah yang menumpuk yang mengakibatkan pemanasan global. Lihat para petani sekarang yang kekurangan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, mereka selalu disuguhkan dengan pupuk kimia yang bisa mengakibatkan tanah jadi keras dan mati, dan mereka harus membeli pupuk dengan harga mahal apabila pupuk subsidi susah didapat."ujar Bahtiar.
"Dengan membuat pupuk organik cair ini, saya bersama rekan rekan tim Lingkungan Hidup sedikitnya telah membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ketempat pembuangan sampah, yang pada akhirnya akan mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global."ucap Ketua YEMI Bahtiar.
Tindakan Bahtiar ini merupakan salah satu bentuk dari upaya yang dapat dilakukan oleh individu dalam upaya melindungi lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global. Diharapkan tindakan seperti dapat diadopsi oleh masyarakat untuk membantu dan menjaga keberlangsungan lingkungan dan bumi kita.
Editor : Sutan Malik

0 Komentar